Rabu, 13 April 2011

terbanglah garudaku

berdawai tanpa suara
hati yang berceremin tanpa kaca
suara yang lantang dan panjang menderu awan
alam bermandikan surga tak terkalahkan

keras bernyanyi ditengah lalu lintas dunia
terbang dengan sebelah sayap
melihat dengan nurani keadilan
merasakan dengan penuh penderitaan dan kemiskinan

namun menebar rasa satu dalam darah
membangun dengan penuh semangat dan perjuangan
melangkah maju menusuk jantung dunia ini
ku yakin suatu saat nanti garudaku INDONESIA kan menjadi mercusuar dunia

Senin, 11 April 2011

"penghabisan akhir"


berkirimkan perasaan pedih
mengeluarkan tuba bermata trisula
intuisi kini mejarah tubuh
mengganggap semua telah cuma

indah berharap ada
degap degup rentetan hinggap
enggan muncul dihati dara
mem-pupuskan sampai resap

melumatkan airmata
bak mentalitas mengirimkan melati
elegi mengungkapkan semua
penghabisan akhir di hati


http://cakarankucing.blogspot.com

karya sang seniman

kentara hidup

berayun ayun tubuh
otak bagaikan batu, darah tegang
keras jantung bernyawa pikiran telan zaman
detak jantung seperti tanah

merintih,menangis,menjerit..
tunduk lesu tubuh
ujar mulut meludah
tak kuasa kini menahan
nyawa mengabu.

Hubungan antara manusia , tuhan dan alam semesta

manusia , tuhan dan alam semesta

Lihatlah fakta kehidupan sekarang ini. Kita merasakan cuaca alam, suhu serta musim tidak dapat selaras lagi bahkan diprediksi sekalipun dihitung oleh kecanggihan alat - alat buatan para ilmuwan. Banyak hal kehidupan manusia pun tidak sejalan oleh keinginan sebagian besar manusia. Ambil contoh; terjadinya konfrontasi antara anak dengan orang tua, perceraian suami istri, konfrontasi rakyat dengan pemerintah, buruh dengan pengusaha, dan lain - lain, hal ini menandakan bahwa sendi - sendi kehidupan mengalami ketidak-harmonisan atau disebut disharmoni.


Adalah buah pertanggungjawaban manusia akibat perbuatan di masa kemarin, di masa yang lalu, dan kini berbuah bencana, mungkin hingga masa yang akan datang.


Global Warming yang ramai didiskusikan dan dikhawatirkan orang seantero dunia adalah bukti nyata akibat buah perbuatan manusia. Berabad - abad lamanya manusia merampas hak - hak alam. Penebangan hutan untuk kebutuhan industri dan rumah tangga, ekplorasi air, mineral, tambang, gas dan minyak bumi, ekplorasi hasil laut serta karang dan pasirnya yang digunakan manusia untuk hajat hidup menjadikan alam raya dengan segala sumber dayanya menjadi gersang dan rusak. Tak terkecuali udara ikut menjadi akibat dari kerakusan manusia ( lapisan ozon yang rusak akibat asap knalpot kendaraan dan uap produksi industri sebagai salah satu sumber panasnya suhu udara di bumi ). Pemanasan global yang sedang berproses menghancurkan peradaban tata ruang bumi masih dianggap ‘biasa saja’ oleh sebagian masyarakat dunia. Di negara kita Indonesia; pemakaian kendaraan bermotor semakin meningkat hingga menambah jumlah pembangunan pom - pom bensin, ini menandakan bahwa tiada upaya pemerintah dan masyarakat untuk berkesadaran mengurangi efek polusi udara yang semakin parah. Banyaknya bencana alam baik yang terjadi di udara, darat dan laut adalah akibat kerusakan universal yang kita lakukan!.


Karena sebab manusia yang berlaku tidak adil terhadap sistem alam semesta, akibatnya alam menjadi murka terhadap manusia, maka keadaan alam menjadi tidak harmonis. Alam semesta tidak lagi mau kompromi dengan manusia, dan bummmm !!!... terjadilah bencana - bencana sporadis dan silih berganti. Bencana - bencana yang ditimbulkan oleh alam, bukanlah kesalahan alam dan Tuhan Sang Pencipta, akan tetapi buah dari kesalahan manusia. Dari sikap para manusianya baik dari para pemimpin dan pejabat yang selalu kemaruk dan korup, rakyatnya yang malas belajar dari kesalahan, tidak mau berubah menjadi cerdas dan berkualitas, senangnya membelanjakan uang ke mall - mall, malas untuk berpikir dan merenungkan apa yang terjadi di sekeliling. Maka ketika terjadi bencana alam di lingkungannya ( misalnya banjir ), mereka cuma terheran - heran dan bersungut - sungut. Masya Allah.....

Hidup adalah tanggung jawab. Ini seperti yang diterangkan dalam kitab suci Al-Quran surat Al-Muddassir ayat 38 bahwa setiap perbuatan yang dilakukan manusia ada sebab ada pula akibatnya.

“ Tiap - tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya. ”

Dari kejelasan Firman Allah di atas, saya sekedar menggaris bawahi dan memberi sepercik ingatan bahwa akibat perbuatan - perbuatan kita yang terus - menerus tidak jujur, jorok, nafsu, egoistis, malas, tidak disiplin, kurang toleran, memaksakan kehendak, inilah yang kita lihat; carut marut.


Semua sistem, semua peraturan, semua hukum, kaidah - kaidah kehidupan serasa tak berarti lagi. Akibatnya Tuhan melalui alam semesta yang diciptakan-Nya meminta pertanggung jawaban manusia agar segera mengubah akal dan perilakunya, jika saja kita masih pekak, masa bodoh, EGP, tidak mustahil kita semua akan musnah digulung bencana. Naudzubillah....


Firman Allah dalam surat Ar-Ra’du ayat 11 :
“Bagi manusia ada (malaikat) mengikutinya bergantian di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya, dan tidak ada pelindung bagi mereka selain-Nya. “

Sumber : http://lifeisharmony.com

Berpikir positif dalam menghadapi masalah

Berpikir positif dalam menghadapi masalah, serta hubungan masalah dengan keadilan tuhan

Ia datang secara tiba-tiba, namun tidak diharapkan semua orang, karena orang-orang hanya ingin melakukan segala sesuatu dengan lancer tanpa kehadiran dia menghiasi segala macam kegiatan manusia. Ia bisa saja mendatangkan musibah yang amat sangat berat untuk dihadapi, namun tidak banyak yang menyadari bahwa kehadirannya bisa membuat orang lebih berpikir panjang dalam melakukan sesuatu, serta lebih berhati-hati dalam bertindak, mengucapkan sebuah kalimat, dsb.

Ya, masalah adalah salah satu elemen yang paling tidak diinginkan manusia untuk hadir dalam setiap detik kehidupannya, kehadirannya hanya dianggap sebagai musibah laten yang bisa memperlambat setiap kegiatan, atau bahkan tidak jarang kegiatan terhenti karena masalah datang. Tidak banyak orang yang benar-benar tenang dalam menghadapi masalah, ada yang terlalu cepat mengambil keputusan yang bahkan hanya menyebabkan blunder bagi dirinya sendiri dan menambah beban karena keputusannya yang benar-benar keliru, ada pula yang hanya bisa meratapi mengapa masalah datang, dan hanya bisa menangis, merengek kepada tuhan, dan berharap masalah selesai tanpa ada analisa, usaha konkrit agar masalah bisa benar-benar selesai.

Lalu, kenapa manusia kebanyakan hanya bisa bertindak demikian ketika masalah datang? Mengapa mereka tidak mencoba menganalisa masalah yang ada hingga benar-benar mengerti bentuk masalh yang ada? Ya, jawabannya tidak lain adalah karena manusia adalah makhluk egois, yang terbiasa menerima sesuatu dalam bentuk instan, ketidak inginan manusia untuk introspeksi dirinya sendiri dalam menganalisa masalah menjadi boomerang bagi dirinya sendiri, selain karena ia tidak dapat memahami masalah, ia pun juga tidak akan bisa memecahkan masalah, pun mengambil hikmah dari sebuah masalah yang menimpa dirinya.

Kebiasaan buruk manusia yang sulit hilang adalah manusia terbiasa memaksa pikirannya bahwa apa yang ada didalam benaknya sudah pasti benar, manusia (khususnya remaja) jarang menggunakan seluruh kekuatan pikirannya untuk menganalisa masalah, mencari akar masalah, dan bermusyawarah dengan otaknya sendiri secara positif untuk mencari jawaban yang benar-benar bisa digunakan untuk memecahkan masalah. Manusia lebih menginginkan hasil instan agar masalah bisa cepat selesai, maka dari itulah terkadang manusia hanya bisa memaksa pikirannya bahwa apa yang ia pikirkan sudah pasti benar, tanpa pernah mau berpikir jauh lebih dalam tentang apa yang ada dalam pikirannya benar atau tidak, dan langsung di formulasikan dalam kehidupan nyata untuk menghadapi masalah. Dan hasilnya pun sudah bisa ditebak. Masalah tidak hanya nggak selesai, melainkan bertambah buruk.

Kalau manusia mau berpikir jauh lebih positif, jauh lebih dalam, dan jauh lebih luas dalam mencari celah yang ada dalam pemecahan masalah, hal-hal negatif yang timbul dari sebuah masalah, seperti stres, tekanan batin, atau bahkan gangguan jiwa, mungkin bisa saja dihindari. Tuhan itu maha adil kok, didalam suatu masalah, tuhan pasti menyelipkan suatu hikmah yang bisa dipelajari, ditelaah, dan dijadikan bahan untuk bisa memperbaiki diri, dan menjadikan seorang manusia menjadi manusia yang lebih baik, berkualitas. Namun hal ini kadang tidak disadari oleh manusia kebanyakan.

Mungkin manusia juga perlu belajar menghadapi masalah melalui cacing. Cacing apabila terkena masalah, sebagai contoh jika tubuh cacing ditaburi garam, tentunya ia akan merasa seperti kesakitan dan menggeliat secepatnya untuk keluar dari garam, manusia pun bisa mencontoh dari fenomena binatang yang satu ini, cacing tidak pernah mempunyai waktu untuk bersedih dikala dilanda bencana, ia akan memikirkan secepatnya jalan keluar yang terbaik agar ia bisa segera terbebas dari rasa sakit. Lain halnya dengan manusia, kebanyakan manusia terus menerus larut dalam kesedihan ketika dirinya dilanda musibah / masalah, dan bukan memikirkan jalan keluar yang terbaik untuk dirinya.

Terkadang, jika mendapat suatu masalah, bukannya mensyukuri bahwa ia sedang dikirim masalah oleh tuhan untuk memperbaiki dirinya sendiri, kadang manusia langsung melayangkan protes kepada tuhan dan seolah - olah berkata, “ hei tuhan, mengapa engkau mengirim masalah ini kepada hamba? Kenapa tidak kau kirim saja masalah kepada orang-orang yang jauh lebih jahat, jauh lebih sejahtera daripada hamba ?”. jika ada orang yang berpikir demikian, ada kemungkinan manusia itu “hanya tahu” kalimat yang berbunyi “Tuhan tidak akan mengirim masalah diluar kemampuan hambaNya”, tanpa pernah benar-benar memahami kalimat tersebut dan rahasia kecil dari kalimat tersebut.

Pernahkah kalian menyadari bahwa Sang Maha Kuasa memang tidak akan pernah benar-benar mengirim masalah besar diluar kemampuan hambanya dalam menghadapi masalah? Tuhan pun pasti memilah-memilah masalah untuk dikirmkan kepada hambanya, entah itu masalah yang Nampak di depan mata, atau bahkan masalah yang tidak disadari oleh manusia.

Ada sebuah ungkapan yang berbunyi “semakin tinggi pohon, semakin kuat angin menerjangnya” (kira-kira bunyi kalimatnya kaya gitu, tapi maknanya sama). Dalam pembahasan ini, semakin tinggi pohon diibaratkan sebagai tingginya iman seorang manusia. Semakin tinggi iman manusia, maka semakin besar pula tuhan memberikan masalah agar bisa menambah keimanan seorang manusia kepada tuhan. Lalu bagaimana dengan seseorang yang imannya rendah? Apakah tuhan akan lupa ? tentu tidak, tuhan pun juga akan mengirimkan masalah kepada orang yang beriman rendah, namun terkadang, masalah yang dikirim bukanlah masalah yang bisa membuatnya sengsara, melainkan sebuah masalah yang bisa membuat dirinya serasa di surga.

Loh kok begitu sih ? mari sejenak kita perhatikan kehidupan dunia yang sudah benar-benar tidak terkontrol, di kehidupan malam, kehidupan malam yang sudah makin tidak terkontrol, pesta malam setiap hari, lalu ada pula orang yang “mendadak” kaya dengan perbuatan liciknya dan menggunakan dana haram itu untuk membahagiakan keluarga. Sepintas kita perhatikan dari beberapa contoh diatas, bagi orang-orang yang terlibat langsung di contoh, bukankah menurut mereka kehidupan seperti itu serasa seperti disurga? Padahal itu adalah sebuah masalah besar yang tidak pernah bisa dilihat dari pelaku kehidupan liar tersebut, pelaku kehidupan tersebut menganggap hal itu bukanlah sebagai masalah melainkan hanya sebatas untuk menyenangkan diri sendiri dari kehidupan yang penat. Pelaku di kehidupan tersebut tidak akan pernah menyadari itu bukanlah suatu masalah jika mereka berpikir bahwa kehidupan yang seperti itu adalah “kebahagiaan yang diberikan tuhan”.

Bagaimana mungkin kita bisa seenaknya melayangkan protes kepada tuhan atas masalah yang diberikan tuhan kepada kita, tanpa pernah tau maksud dan tujuan tuhan mengirimkan masalah tersebut kepada kita ? bukalah selebar-lebarnya kekuatan pikiran yang kita punya, kita mempunyai kemampuan untuk benar-benar membuat otak kita bekerja untuk mencari kebahagiaan di dalam masalah yang kita dapat, bukankah jika masalah yang kita hadapi selesai, secara tidak langsung kita sudah memperbaiki diri kita sendiri dan menjadikan kita manusia yang lebih baik daripada sebelum kita mendapatkan masalah?

Percayalah seutuhnya bahwa, tuhan tidak akan mengirim masalah diluar kemampuan manusia untuk mengatasinya. Tuhan lah yang menjalankan roda kehidupan, bahkan tuhan pun mengijinkan takdir yang sudah ditetapkan tuhan asalkan manusia itu mau benar-benar berusaha keras dan benar-benar mendekatkan diri kepadaNya. Jika ada susah, maka pasti ada senang, sama halnya dalam masalah, jika masalah datang dan membawa petaka bagi diri kita, berpikirlah jauh lebih positif, jauh lebh luas, jauh lebih lebar, tanpa pernah memaksakan apa yang ada dipikiran kita sudah pasti merupakan hal yang benar. Insya allah masalah itu akan selesai, dan pasti ada hikmah, baik yang Nampak maupun tidak jika suatu masalah sudah bisa teratasi, tinggal bagaimana kita menyikapi hikmah yang diberikan tuhan atas masalah yang dikirimNya kepada kita, umat manusia.

Sabtu, 09 April 2011

kewarganegaraan indonesia


Kewarganegaraan

Kewarganegaraan merupakan keanggotaan seseorang dalam satuan politik tertentu (secara khusus: negara) yang dengannya membawa hak untuk berpartisipasi dalam kegiatan politik. Seseorang dengan keanggotaan yang demikian disebut warga negara. Seorang warga negara berhak memiliki paspor dari negara yang dianggotainya.

Kewarganegaraan merupakan bagian dari konsep kewargaan (bahasa Inggris: citizenship). Di dalam pengertian ini, warga suatu kota atau kabupaten disebut sebagai warga kota atau warga kabupaten, karena keduanya juga merupakan satuan politik. Dalam otonomi daerah, kewargaan ini menjadi penting, karena masing-masing satuan politik akan memberikan hak (biasanya sosial) yang berbeda-beda bagi warganya.

Kewarganegaraan memiliki kemiripan dengan kebangsaan (bahasa Inggris: nationality). Yang membedakan adalah hak-hak untuk aktif dalam perpolitikan. Ada kemungkinan untuk memiliki kebangsaan tanpa menjadi seorang warga negara (contoh, secara hukum merupakan subyek suatu negara dan berhak atas perlindungan tanpa memiliki hak berpartisipasi dalam politik). Juga dimungkinkan untuk memiliki hak politik tanpa menjadi anggota bangsa dari suatu negara.

Di bawah teori kontrak sosial, status kewarganegaraan memiliki implikasi hak dan kewajiban. Dalam filosofi "kewarganegaraan aktif", seorang warga negara disyaratkan untuk menyumbangkan kemampuannya bagi perbaikan komunitas melalui partisipasi ekonomi, layanan publik, kerja sukarela, dan berbagai kegiatan serupa untuk memperbaiki penghidupan masyarakatnya. Dari dasar pemikiran ini muncul mata pelajaran Kewarganegaraan (bahasa Inggris: Civics) yang diberikan di sekolah-sekolah.

Kewarganegaraan republik Indonesia (syarat)

Seorang Warga Negara Indonesia (WNI) adalah orang yang diakui oleh UU sebagai warga negara Republik Indonesia. Kepada orang ini akan diberikan Kartu Tanda Penduduk, berdasarkan Kabupaten atau (khusus DKI Jakarta) Provinsi, tempat ia terdaftar sebagai penduduk/warga. Kepada orang ini akan diberikan nomor identitas yang unik (Nomor Induk Kependudukan, NIK) apabila ia telah berusia 17 tahun dan mencatatkan diri di kantor pemerintahan. Paspor diberikan oleh negara kepada warga negaranya sebagai bukti identitas yang bersangkutan dalam tata hukum internasional.

Kewarganegaraan Republik Indonesia diatur dalam UU no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia. Menurut UU ini, orang yang menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) adalah

  1. setiap orang yang sebelum berlakunya UU tersebut telah menjadi WNI
  2. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari ayah dan ibu WNI
  3. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ayah WNI dan ibu warga negara asing (WNA), atau sebaliknya
  4. anak yang lahir dari perkawinan yang sah dari seorang ibu WNI dan ayah yang tidak memiliki kewarganegaraan atau hukum negara asal sang ayah tidak memberikan kewarganegaraan kepada anak tersebut
  5. anak yang lahir dalam tenggang waktu 300 hari setelah ayahnya meninggal dunia dari perkawinan yang sah, dan ayahnya itu seorang WNI
  6. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNI
  7. anak yang lahir di luar perkawinan yang sah dari ibu WNA yang diakui oleh seorang ayah WNI sebagai anaknya dan pengakuan itu dilakukan sebelum anak tersebut berusia 18 tahun atau belum kawin
  8. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia yang pada waktu lahir tidak jelas status kewarganegaraan ayah dan ibunya.
  9. anak yang baru lahir yang ditemukan di wilayah negara Republik Indonesia selama ayah dan ibunya tidak diketahui
  10. anak yang lahir di wilayah negara Republik Indonesia apabila ayah dan ibunya tidak memiliki kewarganegaraan atau tidak diketahui keberadaannya
  11. anak yang dilahirkan di luar wilayah Republik Indonesia dari ayah dan ibu WNI, yang karena ketentuan dari negara tempat anak tersebut dilahirkan memberikan kewarganegaraan kepada anak yang bersangkutan
  12. anak dari seorang ayah atau ibu yang telah dikabulkan permohonan kewarganegaraannya, kemudian ayah atau ibunya meninggal dunia sebelum mengucapkan sumpah atau menyatakan janji setia.

Selain itu, diakui pula sebagai WNI bagi

  1. anak WNI yang lahir di luar perkawinan yang sah, belum berusia 18 tahun dan belum kawin, diakui secara sah oleh ayahnya yang berkewarganegaraan asing
  2. anak WNI yang belum berusia lima tahun, yang diangkat secara sah sebagai anak oleh WNA berdasarkan penetapan pengadilan
  3. anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah RI, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia
  4. anak WNA yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh WNI.

Kewarganegaraan Indonesia juga diperoleh bagi seseorang yang termasuk dalam situasi sebagai berikut:

  1. Anak yang belum berusia 18 tahun atau belum kawin, berada dan bertempat tinggal di wilayah Republik Indonesia, yang ayah atau ibunya memperoleh kewarganegaraan Indonesia
  2. Anak warga negara asing yang belum berusia lima tahun yang diangkat anak secara sah menurut penetapan pengadilan sebagai anak oleh warga negara Indonesia

Di samping perolehan status kewarganegaraan seperti tersebut di atas, dimungkinkan pula perolehan kewarganegaraan Republik Indonesia melalui proses pewarganegaraan. Warga negara asing yang kawin secara sah dengan warga negara Indonesia dan telah tinggal di wilayah negara Republik Indonesia sedikitnya lima tahun berturut-turut atau sepuluh tahun tidak berturut-turut dapat menyampaikan pernyataan menjadi warga negara di hadapan pejabat yang berwenang, asalkan tidak mengakibatkan kewarganegaraan ganda.

Berbeda dari UU Kewarganegaraan terdahulu, UU Kewarganegaraan tahun 2006 ini memperbolehkan dwikewarganegaraan secara terbatas, yaitu untuk anak yang berusia sampai 18 tahun dan belum kawin sampai usia tersebut. Pengaturan lebih lanjut mengenai hal ini dicantumkan pada Peraturan Pemerintah no. 2 tahun 2007.

Dari UU ini terlihat bahwa secara prinsip Republik Indonesia menganut asas kewarganegaraan ius sanguinis; ditambah dengan ius soli terbatas (lihat poin 8-10) dan kewarganegaraan ganda terbatas (poin 11).

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kewarganegaraan


Selasa, 05 April 2011

wine yang populer di indonesia

Beberapa jenis Anggur yang popular dan perbedaannya

1. Cabernet Sauvignon


Mungkin ini adalah jenis anggur yang paling banyak dibenci namun sekaligus dipuja oleh banyak orang Indonesia, terutama yang baru mengenal Wine tidak menyukai Wine dari jenis anggur ini. Karena rasanya yang bisa sangat tanic atau terasa sepat tidak karuan, karena rasa sepat bukanlah rasa yang biasa diapresiasi dalam budaya kuliner kita. Tapi justru tanin inilah yang juga memberi kesempatan bagi sebotol Wine untuk dapat berevolusi untuk mengeluarkan potensi terbaiknya. Cabernet Sauvignon dari Australia dan California, banyak menawarkan rasa Fruit-driven style.

2. Merlot


Jika Cabernet Sauvignon terasa lebih kuat dan keras, Merlot malah sebaliknya. Selain mempunyai tanin yang lebih soft dari Cabernet Sauvignon. Merlot juga memiliki karakter buah seperti blackberry, pulm, strawberry juga memiliki spicy yang lebih terasa lembut. Tidaklah heran jika banyak orang yang jatuh cinta pada Merlot sejak tegukan pertama.

3. Syrah/Shiraz


Syrah disebut juga Shiraz tapi apapun sebutannya karakter yang membuat Shiraz begitu terkenal adalah citarasa yang peppery terutama karakter merica hitam dan kadang merica putih spicy dan blackberry dalam balutan kompleksitas rasa yang mengesankan.

4. Chardonnay


Chardonnay mungkin bias disebut sabagai salah satu jenis anggur yang paling popular di Indonesia. Tapi Chardonnay ada banyak macam loh, Chardonnay dari daerah yang dingin bias memiliki karakter apel hijau, pearl, lemon serta aksen mineral. Sedangkan Chardonnay yang berasal dari daerah yang lebih hangat seperti Australia dan California bias memiliki aksen buah-buahan tropis seperti Melon dan Peach.

5. Riesling
Di Indonesia Wine yang dibuat dari Riesling biasanya berasal dari Alsace di Perancis. Karakter Riesling sendiri bias dimulai dari jeruk Citrus, Peach dengan karakter acidity atau rasa keasaman yang lebih menonjol dari Chardonnay.

6. Semillion

Manis, mungkin itulah kata yang muncul di benak-benak orang jika menyebut Semillion. Anggur ini memang menjadi bahan baku Sweet Wine. Karakter madu yang kaya, elegan dan juga complex membuat Semillion terkenal dikalangan pencinta Wine.

7. Ice Wine/Dessert Wine


Sweet Wine mendapatkan rasa manis dari dua hal yaitu kadar gula natural yang tinggi dalam buah dan proses fermentasi yang berbeda. Untuk membuat Sweet Wine buah anggur dipanen jauh melampaui waktu normal hingga musim dingin tiba. Sehingga konsentrasi gula alami jadi lebih tinggi. Suhu musim dingin akan membekukan anggur tersebut dan anggur yang masih beku segera di press. Dalam proses ini air akan terpisahkan dari gula karena titik didih air berbeda dengan titik didih gula. Yang terkenal sebagai produsen wine jenis ini adalah Jerman dan Canada. Salah satu jenis sweet wine yang terkenal di Medan adalah Mozart dan Beethoven.

8. Sparkling Wine


Come quickly I’m Testing the star. Begitulah ujar Dom Perignon seorang biarawan yang sering disebut sebgai orang yang pertama mambuat Champagne. Bui-bui ini bukanlah monopoli Champagne karena banyak daerah lain yang memproduksi Sparkling Wine, namun hanya Sparkling Wine dari daerah Champagne sajalah yang boleh memakai nama Champagne. Dimedan juga ada beberapa jenis Sparkling Wine yang sangat popular dari Prancis seperti Jean Dorsene Demi-Sec dan Juve Y’Camps Brut.

Sumber : http://wineindonesia.com/2008/11/jenis-wine-yang-popular-di-indonesia/